in

Beli Rokok 20 Ribu, 13 Ribunya Untuk Negara – bukanhoax

Keberadaan rokok di Indonesia bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi menguntungkan negara karena memberikan penerimaan yang besar.

Namun di sisi lain juga memberi dampak kesehatan yang cukup buruk pada masyarakat.

Meski ada dampak tersebut, keinginan para perokok ulung rasanya tidak bisa dihentikan.

Jerat candu dari sebatang rokok rasanya sulit dilepaskan. Padahal, uang yang dikeluarkan oleh para perokok lumayan besar untuk membeli kebutuhan yang bisa disegerakan.

read:   Deretan Hadiah Untuk Bocah SMP Pemanjat Tiang Bendera, Dari Beasiswa Hingga Uang 25 Juta – bukanhoax

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo mengungkapkan, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui pajak yang mereka bayarkan dalam sebatang rokok.

Gathering Eksportir di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (7/8)

“Kalau bapak beli rokok Rp 1.000, itu Rp 650 untuk negara. Kalau beli rokok yang sebungkus Rp 20 ribu, itu bapak menyumbang Rp 13 ribu untuk negara. Jadi terima kasih,” ujarnya dalam Gathering Eksportir di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (7/8).

read:   Kisah Cinta Kartika Putri dan Habib Usman, Berawal dari Hubungan Guru dan Murid Lalu Naik Pelaminan – bukanhoax

Itu artinya, pajak dari setiap batang rokok dikenakan sebesar 65 persen dari harga jual eceran (HJE).

Tarif tersebut diperoleh dari cukai dan pajak pertambahan nilai (PPN).

Nugroho bahkan melemparkan candaan ke eksportir yang hadir, jika mereka ingin berkontribusi besar untuk negara, dipersilakan untuk membeli rokok.

Nantinya, rokok itu boleh tidak digunakan ataupun diberikan kepada orang lain.

read:   Dukun Jago Diduga 6 Kali Hamili Gadis yang Disekapnya di Celah Batu, Dikemanakan Bayinya? – bukanhoax

“Kalau bapak dan ibu kelebihan uang, beli rokok. Walaupun nggak ngerokok, beli rokok saja,” tuturnya disambut tawa.

Meski demikian, diakuinya tidak mudah memegang kendali atas penerimaan negara melalui cukai. Ada kebijakan-kebijakan yang selalu saja dimusuhi.

“Banyak permusuhan terhadap cukai. Tapi kita sabar saja. Ibaratnya kayak samsak, kalau dipukul diam saja,” tutupnya seraya tersenyum.

Sumber: jawapos.com

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Penjelasan Makna “Dholla” Dalam Surat Adh-Dhuha – bukanhoax

Pengusaha Ini Sewa SPG Cantik Agar Sapi Qurbannya Laris – bukanhoax