Home / Renungan / Berkah

Berkah

Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Al-Barru)

Kata berkah menyusul kata rahmat tidak cuma di dalam salam tapi juga di dalam Alquran (QS.11:73). Ini menunjukkan bahwa berkah tidak akan datang jika tidak di dahului oleh rahmat. Sementara rahmat adalah kasih sayang Allah yang menjelma menjadi alam semesta dan hanya akan diberikan kepada hamba-Nya yang beribadah dan beramal atas dasar iman dan takwa.

Iman adalah percaya akan adanya Wujud Mutlak yang daripada-Nya-lah bermula dan kembalinya segala sesuatu. Sedangkan takwa adalah melibatkan Dia (Sang Wujud Mutlak) di dalam semua ibadah dan amal perbuatan, sehingga lama-kelamaan ego menjadi sirna. Dan yang Ada hanya Dia.

Saat malaikat datang bertamu ke rumah Nabi Ibrahim dan mengabarkan bahwa dia segera akan punya anak. Istrinya heran seraya mengajukan alasan alamiah bahwa dia sudah menopause dan suaminya sudah sangat renta. Malaikat menjawab: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan berkah-Nya yang dicurahkan atas kamu, wahai Ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji Maha Pemurah”. (QS.11:73)

Ketika Nabi Nuh beserta para pengikutnya selamat dari banjir bah, Allah memerintahkan kepadanya turun seraya memaklumatkan bahwa Dia memberikan berkah kepadanya dan kepada orang-orang yang bersamanya.

Dari kasus Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim itu kelihatan dengan jelas bahwa berkah Allah hanya dilimpahkan kepada hamba yang telah melaksanakan amal ibadah atas dasar iman dan takwa.

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.7:96)

—————
Catatan: Kalau ingin dapat amal jariah, silahkan disebar!

About haerul said

Check Also

Rahmat

*Muhammad Rusli Malik (Penulis Tafsir Al-Barru) Saking populernya kata ini sehingga banyak orang di masyarakat …

One comment

  1. mantap, mas Haerul, ditunggu post selanjutnya tulisan Ust. Rusli Malik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *