Home / Peristiwa / Purwakarta Sosialisasi Gerakan Hidup Sehat Tanpa Hoax
Dedi Mulyadi menyatakan, gerakan ini merupakan bagian dari edukasi kepada seluruh masyarakat agar lebih selektif dalam menyebarkan informasi

Purwakarta Sosialisasi Gerakan Hidup Sehat Tanpa Hoax

gerakan ini merupakan bagian dari edukasi kepada seluruh masyarakat agar lebih selektif dalam menyebarkan informasi melalui media sosial milik mereka.

Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat Purwakarta menggelar kegiatan “Hidup Sehat Tanpa Hoax”, Jumat (6/1). Kegiatan yang dipusatkan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran atau Alun-alun Kian Santang ini merupakan upaya melawan berita bohong atau hoax yang sangat cepat menyebar terutama di media sosial.

Dalam kegiatan ini, seluruh pegawai, kepala sekolah dan guru di Purwakarta memenuhi area alun-alun untuk berjalan sehat sambil membawa ikat kepala dan atribut lain bertuliskan ‘Hidup Sehat Tanpa Hoax’.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/1), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, gerakan ini merupakan bagian dari edukasi kepada seluruh masyarakat agar lebih selektif dalam menyebarkan informasi melalui media sosial milik mereka.

Saat ini, para pengguna sosial media terlalu mudah menyebarkan konten tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kebenaran data dalam konten yang mereka sebarkan tersebut. Akibat pemberitan hoax ini, media sosial dipenuhi perdebatan sengit berisi ujaran-ujaran kebencian, ejekan dan pergunjingan.

“Ini bentuk edukasi untuk menangkal informasi hoax yang kerap disebarkan melalui sosial media,” katanya.

Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi menyatakan, gerakan ‘Hidup Sehat Tanpa Hoax’ akan diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Purwakarta. Dedi pun menyerahkan pelaksanaan program edukasi ini kepada Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo). Dedi berharap, melalui program ini, masyarakat khususnya masyarakat Purwakarta dapat bersosial media yang baik tanpa mengakibatkan konflik.

“Ke depan, program edukasi ini masuk ke sekolah-sekolah. Tugas Diskominfo Purwakarta agar memberikan pendidikan sosial media yang baik untuk seluruh masyarakat dan pelajar,” jelasnya.

Menurut Dedi, etika harus menjadi patokan dalam bersosial media. Untuk itu, ketimbang menyebar informasi yang sumir, bahkan bohong, Dedi meminta masyarakat memposting tulisan, gambar, video yang bersifat positif di akun sosial media mereka.

“Intinya dengan beretika dalam mengunakan sosial media, mari kita hidup sehat tanpa hoax,” katanya.

About diana

Check Also

NIAT BAIK ANIES TERAPKAN KEBIJAKAN DP 0% PERUMAHAN BAGI WARGA JAKARTA DITOLAK MENTAH-MENTAH BANK INDONESIA

BUKANHOAX.COM – Beberapa waktu lalu, pasangan calon pimpinan daerah di DKI Jakarta menyatakan rencananya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *