Home / Renungan / Cerita 30 Juta Tahun Sebelum Masehi
Gambar sendiri makhluk purba lucu ini, yang suka bawa pentungan, jadi kalau ada yang suka bawa pentungan..jangan2 manusia purba ya?, hehehe

Cerita 30 Juta Tahun Sebelum Masehi

“It’s 30.000.000 B.C – all the good stories have been told”

Sepulang sekolah Anna tiba-tiba murung, namun beberapa saat kemudian ia mendekati Papanya.

“Papa Ann bingung sekali”

“Bingung itu adalah realitas, Ann bingung petanda Ann ada, karena ada bingung maka bingung itu jelas, ketika segala sesuatunya jelas, maka jelaslah adanya…memangnya Ann bingung kenapa?” Begitulah Papanya saat menyahut pertanyaan Anna, sedikit berusaha beretorika.

“Duh…papa, makin buat saya bingung, gini pa, Ann bingung mau buat cerita apa lagi, mau cerita seperti ini ternyata sudah ada, mau cerita begitu juga sudah ada, jadi Ann berkesimpulan sepertinya cerita itu sudah ngak ada yang orisinil, semuanya sudah diceritakan…, gimana itu Papa?, ada ide?” Antara gemes dan sedikit keluh Anna melontarkan semua unek-uneknya.

“Mmhhh….iyaya…Papa juga pernah saat sekolah dulu mau buat cerita, malah mau buat novel terkenal, tapi Papa cari idenya…kok mirip-mirip sinetron akhirnya ngak jadi, Coba deh perhatikan film Romeo dan juliet klasik, lalu kisah seperti itu diimprovisasi menjadi era modern dengan sedikit bumbu-bumbu, kalau dulu pakaianya kuda sekarang bisa pakai mobil mewah…kalau dulu bahasanya begitu amat puitis sekarang bahasa kayak ngegaul gitu, intinya cerita-cerita itu ada pola-polannya..”

“Lalu apa yang harus saya tulis??” desak Anna.

“Yahhh…kalau menurut legenda kartun bahwa sejak 30 juta Sebelum Masehi semua cerita sudah diceritakan, maka sekarang tulislah cerita yang terjadi sebelum 30 juta tahun Sebelum masehi itu, bagaimana?”

Bapak dan anak saling pandang satu sama lain, si Bapak dengan ekspresi yang cuek dan menunggu reaksi anaknya mengiyakan, dan Anna sendiri sedikit jengkel namun mencoba mencerna apa maksudnya 30 juta tahun sebelum dan sebelumnya?. Lalu Ann berkata…

“Whattt…!!! Papa…, papa ngawur?, ahh..malas..”

“Aduh…tunggu dulu nak, ini bukan ngawur, maksud saya meski cerita itu bisa ngawur namun kita bisa membuatnya agak serius, misalnya bahwa sebelum masehi itu manusia belum ada, masih alam yang kalau digambarkan begitu sepi, trus bahwa sebelum masehi itu dinobatkan, pergulatan jiwa di alamnya sedang terjadi, atau dialog jiwa manusia dalam rangka persiapannya singgah di bumi, pokoknya yang abstraklah…tahu kan maksud papa?, Ayolah Ann..”

Lama Anna merenung, akhinya ia bisa mencerna…
“Mmmhhh…maksud papa…Anna menulis cerita mistik atau cerita yang gaib-gaib gitu?, padahal AlQuran sudah menceritakannya…gimana tuh?”

“Iya sih, namun cobalah rangkai dengan gayamu sendiri nak, kalau salah toh nanti ada revisi, kan kita butuh kritikan kelak…”

Anna menggangguk tanda mengerti, dan akhirnya keduanya akrab dan siap-siap menyusun ceritanya…

Gambar sendiri makhluk purba lucu ini, yang suka bawa pentungan, jadi kalau ada yang suka bawa pentungan..jangan2 manusia purba ya?, hehehe

gambar sendiri makhluk purba lucu, 🙂

About haerul said

Check Also

Berkah

Muhammad Rusli Malik (Penulis Tafsir Al-Barru) Kata berkah menyusul kata rahmat tidak cuma di dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *