Home / Opini / Pokoknya “Barang Impor”

Pokoknya “Barang Impor”

Kita telah tiba dijaman kegelapan, dimana kuningan dianggap emas dan emas dituduh kuningan. Kita adalah bangsa “amnesia” dan “durhaka” kepada ibu pertiwinya, kita sanjung-sanjung budaya negera lain tetapi malah mencibir dan mencaci maki budaya & kearifan lokal bangsa sendiri, negara asing dipuja-puja tapi negara sendiri dihina dina.

Kita adalah bangsa yang mudah tertarik pada “kemasan” daripada kualitas isi di dalam “kemasan”. Agama impor di junjung tinggi agama lokal dituduh sesat dan dikafir-kafirkan.  Kita adalah para “kampret”  tidak tau diri, lahir, tumbuh, makan minum dan berak di negeri nusantara tapi dengan sadar bangsa ini kita cela. Tradisi dan budaya bangsa lain kita praktekkan, tradisi dan budaya bangsa sendiri kita lecehkan.

Akan tetapi kita juga harus berkeyakinan, masih ada orang-orang indonesia yang tidak terlalu berlebihan dalam memuja “barang impor” dan membela “produk luar” dengan berbagai macam alasan dan dalil pembenaran. Bangsa kita boleh terjajah tapi mental manusia-manusianya tidak boleh terjajah pula. Jika tidak mempu menjunjung tinggi tradisi dan budaya bangsa sendiri, setidaknya jangan maki-maki tradisi dan budaya bangsa ini.

Sebagai bangsa yang besar sudah selayaknya kita junjung tinggi keindonesia-indonesiaan, bukan ke barat-baratan ataupun ke arab-araban.

 

 

 

 

About admin khoirul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *