Home / Renungan / Rida
Satu hal penting untuk dicamkan ialah bahwa kita manusia adalah makhluk yang punya kemampuan amat sangat terbatas dibanding Tuhan.

Rida

*Muhammad Rusli Malik
(Penulis Tafsir Al-Barru)

Satu hal penting untuk dicamkan ialah bahwa kita manusia adalah makhluk yang punya kemampuan amat sangat terbatas dibanding Tuhan. Manusia memang dikarunia akal, yang dengannya kita bisa meraup ilmu dan menaklukkan alam. Tetapi akal sendiri dengan segala kelebihannya adalah ciptaan-Nya. Sehingga pasti akal tidak akan mampu menjangkau seluruh rahasia kehidupan. Apalagi rahasia Penciptanya.

Terlalu banyak hal yang awalnya manusia anggap baik, tetapi setelah berlalu beberapa lama terbukti bahwa itu tenyata buruk. Begitu juga sebaliknya. Akibatnya, manusia sering sekali dilanda penyesalan. Bunuh diri adalah salah satu bentuk penyesalan paling tinggi. Bentuk lainya adalah dengan merugikan atau mencelakai pihak lain.

Sementara kalau yang menjadi kenyataan banyak benarnya seperti anggapan semula, manusia sering dilanda kesombongan. Yaitu bahwa dirinyalah yang menjadi sebab kejadian tersebut, sehingga perlahan-lahan merasa diri hebat. Peran penciptanya tak dipandang penting. Buntutnya, merendahkan pihak lain, takabbur, dan berbuat semena-mena.

Agar keadaan seperti itu tidak terjadi, caranya cuma satu. Yakni setelah kita perbaiki niat, berjuang maksimal, dan berikhtiar semampu kita, maka apapun hasilnya, menyenangkan atau tidak, kita mengambil sikap rida (redha). Kita percaya bahwa semua keputusan Tuhan adalah dalam rangka kemaslahatan hamba-Nya.

مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَهَا ؕ اِنَّ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ ۚ * لِّـكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَاۤ اٰتٰٮكُمْ ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرِ

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kalian tidak menyesal terhadap apa yang luput darimu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS.57:22-23)

—————
Catatan: Kalau ingin dapat amal jariah, silahkan disebar!

About haerul said

Check Also

Rahmat

*Muhammad Rusli Malik (Penulis Tafsir Al-Barru) Saking populernya kata ini sehingga banyak orang di masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *